Yamaha global masih dalam suasana pesta menyambut lahirnya Juara dunia baru motorGP 2015, Jorge Lorenzo. Sayang sekali, euporia ini berbanding terbalik dengan kondisi pejualannya. Ditanah air, Yamaha meradang dan semakin babak belur dihajar habis-habisan oleh Honda.
Lihat ! penjualan secara nasional Oktober memang turun sangat tipis 0,04% dibanding September menjadi 602.882 unit. Tetapi anomali justru dialami oleh Honda yang mampu menjual 453.994 unit. Ini berarti naik 6.7% dibanding bulan September. Dengan total ini, Honda sukses "menginjak-injak" Yamaha dan menguasai pangsa pasar 75,3% motor secara nasional. Perolehan ini adalah untuk pertama kalinya dan diprediksi akan semakin besar di bulan-bulan mendatang.
Sukses Honda ini berkat semakin kuatnya penetrasi pasar atas All new Honda BeAT eSP series (191.903 unit), New Vario eSP series (134.746 unit) dan Scoopy eSP (41.706 unit). Honda pun semakin mantap menyandang sebutan Raja Matic Indonesia dengan penguasaan share 80,9%.
Kelas moped (Bebek) pun memberikan andil yang cukup signifikan dan semakin mantap dengan penguasaan share 63.9% dengan total penjualan 45.434 unit di bulan ini. Revo tetap menjadi pilihan rakyat Indonesia dengan kontribusi jual sebesar 18.422 unit.
Segment sport yang secara nasional turun sebesar 1.3% dibanding bulan sebelumnya (sept : 76.124 unit, okt : 75.142 unit), pun dikuasi oleh Honda dengan total penjualan sebesar 39.184 unit dan berhasil menciptakan rekor baru dengan penguasaan share 52.1% secara nasional. Kontribusi Sport honda disupport oleh New CB150R - 27.050 unit, CBR150R - 6.270 unit, Verza 150 - 4.976 unit.
Ada apa dan dimana dengan Yamaha ? Tentu saja Yamaha sedang 'menangis darah' merenungi nasibnya yang dipaksa berlutut di kaki Honda.Yamaha harus berbagi 24.7% sisa share secara nasional dengan Suzuki, Kawasaki dan merk lain.
Kondisi ini mangakibatkan banyak dealer Yamaha dengan suka rela memasang papan bertuliskan "DIJUAL" di pintu depan seperti di Bali, Bumiayu Brebes dan beberapa tempat lainnya.
Kasihan para staff marketing yang "dipaksa seharian" membentangkan spanduk bertuliskan "Blue Core, lebih Irit 50%" di traffict light ketika lampu hijau berganti merah. Sebuah cara promosi yang "tidak exclusive" untuk sebuah produk baru yang diunggulkan sebagai akibat "kebijakan ngirit" pabrikan (YIMM) dan dealer karena kehabisan resources dana promosi akibat penjualan yang terus hancur.
Sekarang ini, sekelas kacab dan area manager pun gundah karena target tidak tercapai, yang mengakibatkan bonus tidak cair. Akibatnya, mereka cukup makan gaji buta.
Dilain sisi, management sibuk ajak meeting bareng setiap hari mengutak-atik angka-angka target, sistem bunus, dan sebagainya. Sedangkan disebarang sana orang-orang Honda berseru "Hai Bos, bila meeting bareng tidak ada solusi, coba ajak tidur bareng." Nah, Lho !!!!
...Duh Yamaha, nasibmu kini sungguh ngeri !
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori REVIEW
dengan judul Yamaha Berlutut Di Kaki Honda. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : Omang Omong

Belum ada komentar untuk "Yamaha Berlutut Di Kaki Honda"
Posting Komentar
Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk mampir ke blog saya. Silahkan berkomentar dan berdiskusi.