Yamaha Berlutut Di Kaki Honda
Menikmati Candi Borobudur Melalui Google Street View
Candi Borobudur telah direkam dengan alat yang bernama "trekker". Alat ini dilengkapi 15 kamera yang diletakkan di depan, samping kanan dan kiri serta belakang candi, yang memungkinkan pengunjung google street view bisa mendapatkan pengalaman melihat candi dari segala arah dan seolah-olah berada di candi.
Masuknya Candi Borobudur dalam google street view ini mendapat apresiasi dari Purwanto selaku perwakilan PT pengelola candi. Ia menjelaskan bahwa dengan masuknya Candi Borobudur di Google, pihaknya sendiri optimis bisa memenuhi target pengunjung candi dua tahun mendatang.
"Untuk 2017 kami ditarget dua juta wisatawan asing yang datang ke Candi Borobudur dan sekitarnya. Sementara untuk saat ini setiap tahun baru ada sekitar 260 ribu wisatawan. Tentu sulit mewujudkannya kalau tidak dibantu dengan Google melalui aplikasi ini," terangnya.
Selain meluncurkan Borobudur Street Views, Google juga meluncurkan aplikasi Google Cultural Institue. Setelah pengakses berjalan dan meihat-lihat situs dengan Street Views, mereka akan diajak dan mengeksplorasi budaya hingga sejarah candi melalui aplikasi Cultural Institue.
"Ratusan data sudah dimuat dalam Google Cultural Institue. Saat ini ada sekitar 200 artefak kebudayaan dari koleksi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko yang bisa diakses di internet," tambahnya.
Ayo dapatkan pengalaman menelusuri keindahan Candi Borobudur melalui Google Street View, pasti mempesona. (O2-BeritaJogja.id)
Permata Hijau, Kolam Renang Murah Meriah Di Kalasan
OmangOmong - Renang itu asik dan menyegarkan. Renang adalah olah raga yang baik menurut Islam. Saat ini masyarakat modern menjadikan renang tidak hanya sebagai olah raga tetapi sudah menjadi tren gaya hidup (life style).
Kantor Pos Terbakar Di Condong Catur
Api menjalar sejak pukul 08.00 WIB dari ruko dua lantai. Tiupan angin membuat api membesar hingga menganguskan juga rumah kontrakan yang berdempetan dengan ruko tersebut. Kebakaran yang terjadi ini berbarengan dengan jam sibuk kota jogjakarta sehingga menyulitkan mobil pemadam kebaran sampai di tempat kejadian.
Belum diketahui penyebab kebakaran dan apakah ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun diperkiran kebakaran ini menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah. (O2)
Selokan Mataram Riwayatmu Kini
Jogja itu luas. Mengenal Jogja tentu tidak hanya sebatas Keraton dan Malioboro. Tidak juga hanya tentang Pantai Parangtritis yang melegenda berkat sosok mistis bernama Ratu kidul. Jogja itu kaya akan situs sejarah masa lampau yang bertebaran di 5 kabupaten.
Benar, jutaan orang bisa jadi pernah singgah di Jogja. Tahun 2014 saja tercatat 3.346.180 orang, meningkat 17,90 persen dibanding tahun 2013, sebanyak 2.837.967 orang. Walaupun demikian bisa jadi banyak yang belum mengetahui situs yang bernama Selokan Mataram.
Selokan Mataram adalah kanal irigasi sepanjang 31.2 km yang menghubungkan Kali Progo di barat dan Sungai Opak di timur. Selokan ini dibangun pada jaman Jepang berkat usulan Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk menyelamatkan warganya dari kerja paksa Romusa.
Sayang sekali, kondisi situs bersejarah ini kian hari kian kotor karena sampah. Disepanjang selokan, anda akan melihat tumpukan sampah berserakan yang tidak hanya berada di aliran selokan tetapi juga dikanan dan kiri tanggul. Selain tak sedap dipandang, sampah-sampah ini juga menimbulkan bau dan sumber penyakit.
Sangat ironis memang, padahal airnya membuat makmur warga Yogyakarta karena mengairi ribuan hektare lahan pertanian yang sampai saat ini masih menghijau pada saat musim kemarau

